Rabu, 04 April 2012

Kurikulum Ners



DESKRIPSI MATA KULIAH

Keperawatan Medikal Bedah
Fokus mata kuliah tahap profesi Keperawatan Medikal Bedah (KMB) merupakan penerapan dari konsep dan prinsip pelayanan asuhan keperawatan klien dewasa yang mengalami dan/atau cenderung mengalami perubahan fisiologis serta dengan/atau gangguan struktur anatomi tubuh akibat trauma atau penyakit yang sering terjadi. Asuhan keperawatan yang diberikan berdasarkan pada pendekatan proses keperawatan: pengkajian, perumusan diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan yang komprehensif (bio-psiko-sosio-spiritual) dan berlandaskan pada aspek etik dan legal keperawatan.

Keperawatan Anak
Fokus mata kuliah keperawatan anak tingkat profesi merupakan pencapaian berbagai konsep, prinsip, teori, dan model keperawatan anak dalam berbagai tatanan pelayanan kesehatan dengan mengintegrasikan berbagai ilmu dasar keperawatan terkait lainnya, ilmu bedah anak, dan ilmu kesehatan anak. Fokus pada masalah perawatan anak yang sakit akut, sakit kronis, dan sakit yang mengancam kehidupan.

Keperawatan Maternitas
Fokus mata Kuliah keperawatan maternitas adalah mengaplikasikan konsep-konsep dan teori keperawatan yang terkait dengan  kesehatan wanita dengan atau tanpa masalah kesehatan reproduksi yang telah dipelajari pada perkuliahan tahap program akademik.Fokus asuhan keperawatan diberikan kepada wanita dalam masa childbearing yaitu ibu hamil, ibu melahirkan, ibu nifas, dan bayi baru lahir (BBL) sampai usia 40 hari beserta keluarganya baik dalam kondisi normal maupun risiko tinggi (komplikasi).

Keperawatan Jiwa
Fokus mata kuliah praktik profesi keperawatan jiwa ditujukan pada upaya pemberian asuhan keperawatan untuk usaha preventif primer, sekunder, dan tersier terhadap klien dengan masalah biopsiko- sosial-spritual dan gangguan kesehatan jiwa. Pelaksanaan hubungan terapeutik akan dilakukan secara individu dan melibatkan peran serta keluarga dalam perawatan klien serta melaksanakan terapi modalitas keperawatan.

Keperawatan Komunitas
Fokus mata kuliah praktik profesi keperawatan komunitas menerapkan asuhan keperawatan komunitas di wilayah binaan masyarakat, puskesmas, sekolah, dan posyandu, melalui pelayanan keperawatan dari masalah sederhana sampai yang kompleks secara tuntas dan komprehensif berdasarkan konsep dasar kesehatan dan keperawatan masyarakat, dan program kesehatan/kebijakan pemerintah dalam menanggulangi masalah kesehatan utama di Indonesia, khususnya isu kecendrungan masalah kesehatan dalam konteks pelayanan kesehatan utama dengan penekanan upaya promotif, dan preventif dengan tidak mengabaikan aspek kuratif dan rehabilitatif.




Keperawatan Gerontik
Fokus mata kuliah praktik profesi keperawatan gerontik adalah menerapkan pelayanan asuhan keperawatan lanjut usia di berbagai tatanan pelayanan kesehatan khususnya di keluarga, pada panti werda dan masyarakat secara menyeluruh dan berkesinambungan dengan penekanan pada upaya pemeliharaan kesehatan, peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit lanjut usia.

Keperawatan Keluarga
Fokus mata kuliah praktik profesi keperawatan keluarga adalah memberikan layanan/asuhan pada tiap tahapan tumbuh kembang keluarga meliputi: pasangan keluarga baru menikah, keluarga baru dan balita, keluarga dengan anak usia sekolah, keluarga dengan remaja, keluarga dengan ibu hamil dan menyusui, serta masalah keluarga terkait dengan masalah kesehatan yang lazim di Indonesia. Pemberian asuhan keperawatan berorientasi pada isu dan kecenderungan masalah dalam keperawatan keluarga dengan penekanan pada upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit dan pemeliharaan kesehatan keluarga diberbagai tatanan pelayanan kesehatan, khususnya di pelayanan keperawatan keluarga.

Manajemen Keperawatan
Fokus mata kuliah manajemen keperawatan pada pengelolaan praktik klinik kepemimpinan dan manajemen keperawatan di ruang rawat untuk memenuhi pencapaian kompetensi melalui aplikasi mengintegrasikan fungsi-fungsi kepemimpinan dan manajemen pada lingkup manajemen pelayanan dan manajemen asuhan keperawatan pada ruang rawat yang merupakan tatanan pelayanan kesehatan yang nyata.

Keperawatan Gawat Darurat
Fokus mata kuliah keperawatan gawat darurat ditujukan pada pemberian pelayanan asuhan keperawatan pasien yang mempunyai masalah aktual dan potensial yang mengancam kehidupan tanpa atau terjadinya secara mendadak atau tidak dapat diprakirakan dan tanpa atau disertai lingkungan yang tidak dapat dikendalikan. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dan dikembangkan untuk mencegah kematian atau cacat yang mungkin terjadi menggunakan pendekatan sistem, holistik dan penggunaan teknologi maju.





PROGRAM PROFESI NERS

Program profesi Ners UMS didirikan berdasarkan Ijin Operasional : Dirjen Dikti 267/D/0/2008 tanggal 31 Desember 2008

Program Profesi Ners merupakan tahapan lanjutan setelah menempuh sarjana keperawatan  yang akan mendapatkan ijasah dengan sebutan NERS ( Ns). Program ini ditempuh selama 2-3 semester , yang kesemuanya merupakan mata kuliah praktik dan lapangan.

Mahasiswa pada tahap pendidikan ini diberi pengalaman belajar yang dapat mengembangkan keterampilan teknikal dan pemecahan masalah, keterampilan intelektual, dan keterampilan interpersonalnya. Lulusannya adalah perawat profesional (Ners, disingkat Ns.) yang mampu memberikan pelayanan keperawatan berdasarkan ilmu
pengetahuan dan teknologi keperawatan, serta menggunakan metodologi keperawatan berlandaskan etika keperawatan. Proses pembelajaran menunjukkan adanya kontinuitas antara teori dan praktik yang didapatkan melalui pengalaman belajar di lahan praktik yang mendukung pertumbuhan dan pembinaan kemampuan profesional.

Kegiatan di lahan praktik memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mampu menerapkan asuhan keperawatan yang dipelajari pada tahap pendidikan sebelumnya dengan sikap dan keterampilan profesional. Profesionalitas praktik keperawatan ditumbuhkan dan dibina melalui pemberian pengalaman dalam pengambilan keputusan
klinik, yang merupakan penerapan secara terintegrasi kemampuan penalaran saintifik dan penalaran etik

Tempat Praktik :
  1. RSUD dr Muwardi Surakarta.
  2. RSUD Kabupaten Sukoharjo
  3. RSUD Pandanarang Boyolali.
  4. RS PKU Muhammadiyah Surakarta
  5. RSJD Surakarta
  6. RSJD Klaten
  7. RSJD Grasia Yogyakarta
  8. RSUP dr Suradji Tirtonegoro Klaten
  9. Panti Wreda Darma Bhakti Surakarta
  10. Panti Wreda Kasongan Yogyakarta
  11. Puskesmas dan desa binaan di Dinas Kesehatan  Kabupaten Sukoharjo
  12. Puskesmas dan desa binaan di Dinas Kesehatan Kota Surakarta

Untuk menghasilkan perawat yang memenuhi karakteristik esensial profesi maka proses pendidikan keprofesian perawat “Ners” dirancang dengan mempertimbangkan lima aspek berikut:
1. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan.
Peserta didik dan pembimbing klinik harus memahami dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan yang  diperlukan dalam melaksanakan asuhan keperawatan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan. Peserta didik harus menguasai “body of knowledge” dan berbagai metode & teknik keperawatan dalam melaksanakan asuhan keperawatan.
2. Kemampuan menyelesaikan masalah secara ilmiah
Pemecahan masalah secara keilmuan dapat ditumbuhkan secara langsung berhubungan dengan pasien dan dalam membantu memenuhi kebutuhan pasien melalui tahapan proses keperawatan.
3. Sikap dan tingkah laku profesional
Sikap dan tingkah laku profesional dituntut dari seorang perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan dan kehidupan profesi. Penumbuhan dan pembinaan kemampuan berfikir, bersikap dan bertindak profesional merupakan proses panjang dan berkelanjutan yang dapat terlaksana melalui suatu lingkungan yang sarat dengan model peran (role model).
4. Belajar aktif dan mandiri
Belajar aktif dan mandiri pada pengalaman praktik klinik dapat dicapai dengan antara lain membuat laporan pendahuluan, presentasi kasus dan lain-lain.
5. Pendidikan berada di masyarakat
Pendidikan atau pengalaman belajar yang dikembangkan di masyarakat (community-based learning) memungkinkan untuk menumbuhkan dan membina sikap dan keterampilan para mahasiswa.


Diharapkan lulusan Program Pendidikan Profesi Ners UMS memiliki sikap, pengetahuan,
dan keterampilan profesional sehingga dapat melaksanakan peran dan fungsinya sebagai perawat profesional baik sebagai pemberi asuhan (caregiver), pembela klien (client advocate), penilai kualitas asuhan (quality of evaluator), manajer (manager), peneliti (researcher), pendidik (educator) maupun konsultan (consultant).

Tentang Profesi Ners Universitas Muhammadiyah Surakarta


PROGRAM PROFESI NERS

Program profesi Ners UMS didirikan berdasarkan Ijin Operasional : Dirjen Dikti 267/D/0/2008 tanggal 31 Desember 2008

Program Profesi Ners merupakan tahapan lanjutan setelah menempuh sarjana keperawatan  yang akan mendapatkan ijasah dengan sebutan NERS ( Ns). Program ini ditempuh selama 2-3 semester , yang kesemuanya merupakan mata kuliah praktik dan lapangan.

Mahasiswa pada tahap pendidikan ini diberi pengalaman belajar yang dapat mengembangkan keterampilan teknikal dan pemecahan masalah, keterampilan intelektual, dan keterampilan interpersonalnya. Lulusannya adalah perawat profesional (Ners, disingkat Ns.) yang mampu memberikan pelayanan keperawatan berdasarkan ilmu
pengetahuan dan teknologi keperawatan, serta menggunakan metodologi keperawatan berlandaskan etika keperawatan. Proses pembelajaran menunjukkan adanya kontinuitas antara teori dan praktik yang didapatkan melalui pengalaman belajar di lahan praktik yang mendukung pertumbuhan dan pembinaan kemampuan profesional.

Kegiatan di lahan praktik memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mampu menerapkan asuhan keperawatan yang dipelajari pada tahap pendidikan sebelumnya dengan sikap dan keterampilan profesional. Profesionalitas praktik keperawatan ditumbuhkan dan dibina melalui pemberian pengalaman dalam pengambilan keputusan
klinik, yang merupakan penerapan secara terintegrasi kemampuan penalaran saintifik dan penalaran etik

Tempat Praktik :
  1. RSUD dr Muwardi Surakarta.
  2. RSUD Kabupaten Sukoharjo
  3. RSUD Pandanarang Boyolali.
  4. RS PKU Muhammadiyah Surakarta
  5. RSJD Surakarta
  6. RSJD Klaten
  7. RSJD Grasia Yogyakarta
  8. RSUP dr Suradji Tirtonegoro Klaten
  9. Panti Wreda Darma Bhakti Surakarta
  10. Panti Wreda Kasongan Yogyakarta
  11. Puskesmas dan desa binaan di Dinas Kesehatan  Kabupaten Sukoharjo
  12. Puskesmas dan desa binaan di Dinas Kesehatan Kota Surakarta

Untuk menghasilkan perawat yang memenuhi karakteristik esensial profesi maka proses pendidikan keprofesian perawat “Ners” dirancang dengan mempertimbangkan lima aspek berikut:
1. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan.
Peserta didik dan pembimbing klinik harus memahami dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan yang  diperlukan dalam melaksanakan asuhan keperawatan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan. Peserta didik harus menguasai “body of knowledge” dan berbagai metode & teknik keperawatan dalam melaksanakan asuhan keperawatan.
2. Kemampuan menyelesaikan masalah secara ilmiah
Pemecahan masalah secara keilmuan dapat ditumbuhkan secara langsung berhubungan dengan pasien dan dalam membantu memenuhi kebutuhan pasien melalui tahapan proses keperawatan.
3. Sikap dan tingkah laku profesional
Sikap dan tingkah laku profesional dituntut dari seorang perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan dan kehidupan profesi. Penumbuhan dan pembinaan kemampuan berfikir, bersikap dan bertindak profesional merupakan proses panjang dan berkelanjutan yang dapat terlaksana melalui suatu lingkungan yang sarat dengan model peran (role model).
4. Belajar aktif dan mandiri
Belajar aktif dan mandiri pada pengalaman praktik klinik dapat dicapai dengan antara lain membuat laporan pendahuluan, presentasi kasus dan lain-lain.
5. Pendidikan berada di masyarakat
Pendidikan atau pengalaman belajar yang dikembangkan di masyarakat (community-based learning) memungkinkan untuk menumbuhkan dan membina sikap dan keterampilan para mahasiswa.


Diharapkan lulusan Program Pendidikan Profesi Ners UMS memiliki sikap, pengetahuan,
dan keterampilan profesional sehingga dapat melaksanakan peran dan fungsinya sebagai perawat profesional baik sebagai pemberi asuhan (caregiver), pembela klien (client advocate), penilai kualitas asuhan (quality of evaluator), manajer (manager), peneliti (researcher), pendidik (educator) maupun konsultan (consultant).